8.22.2016

ojok lali nek awak’e dewe yo "menungso"


Mengapa dengan gagah dan berani kau angkat dagumu, kau tegakkan badanmu, kau tajamkan pandanganmu,
Seolah-olah tempat yang kau singgahi adalah tempat yang selalu penuh dengan kemuliaan dan keberkahan.
Perkataan yang keluar dari mulutmu adalah firman-firman Tuhan, sabda Nabi dan kalam-kalam Ulama' Salaf,
Sikap dan kelakuanmu selalu membawa kebaikan dan kemanfaatan untuk orang lain.

Yaa,......
Memang benar begitu adanya dan itulah kenyataannya.
Kamu adalah orang baik Bung,

Saking terlalu banyaknya kebaikanmu hingga kau lupa jika itu semua berasal dari Tuhanmu.
Lupa dengan Ia yang memilih ragamu untuk melakukan itu.
Seolah-olah itu semua berkat doa dan riyadohmu...

Padahal, seyogyanya tujuan dari setiap apa yang kita lakukan adalah untuk mendekatkan diri dan selalu mengingat Rabbmu.
Tak lebih dari itu

Bisa jadi saat Kau duduk di dalam masjid justru kau lebih merasakan kehadiran dan kesejukan ruangan dari pada keberadaan Tuhanmu.

Bisa jadi saat kau lantukan alqur'an justru yang kau ingat hanya merdu dan lembutnya suaramu beserta mereka yang mengagumimu,

Bisa jadi saat kalam-kalam kebaikan yang kau ucapkan, justru yang diingat bukan Tuhanmu, melainkan banyaknya mereka yang sedang mendengarkanmu.

Bisa jadi saat kau mampu menebar kebaikan dan kemanfaatan kepada sesama justru yang kau ingat bukan Tuhanmu, melainkan kebaikan itu sendiri.

Bisa jadi saat kau duduk di sebuah tempat dimana mayoritas manusia menilainya hina, kamu bisa dengan mudahnya memandang berbagai aurat-aurat lawan jenismu,
mendengar ucapan-ucapan yang tak pantas kau dengar justru menjadi perantara selalu mengingat, memohon ampunan dan bersyukur atas setiap ketetapan Rabbmu..

Semua bisa berbeda ketika hanya mata menjadi satu-satunya alat untuk menilai sesama, “ingat, aku dan kamu hanyalah manusia, menjadi mulia karena kemuliaanNya.

22-08-2016

loading...

0 komentar

Post a Comment