9.01.2016

PERAN KOPERASI UNIT DESA ( K.U.D ) DAN KOMODITAS MASYARAKAT KRUCIL PROBOLINGGO SEBAGAI PETERNAK SAPI PERAH 1980-2013

80.
Key Ward : Koperasi unit desa (KUD), Sapi perah, Masyarakat Krucil
             Dalam melakukan penelitian ini, penulis membuat artikel melalui tahap-tahap berdasarkan keilmuan sejarah yaitu : Heuristik, Verifikasi ( kritik sumber), interpretasi dan historiografi. Dalam pembuatan historiografi pada sejarah lokal. Metodelogi sejarah berbeda, berdasarkan penjelasan Abd. Rahman Hamid kalau metodelogi berkenaan tentang how to know something sedangkan metode ilmiah dalam membuat penulisan tertentu, harus di ikuti dalam sebuah keilmuan dan bersifat bertahap. untuk heuristik penulis mengumpulkan bahan-bahan berupa rujukan dari internet untuk memperkuat artikelnya sehingga penulis punya sebuah rujukan dari pustaka atau bahan-bahan yang berupa artikel dari internet. Khusus dalam mengobservasi tujuan yaitu KUD dan komoditas masyarakat krucil sebagai peternak sapi perah, penulis memang sudah terjun langsung ke lapangan yang selanjutnya melaku.
            Masyarakat bremi kecamatan krucil kabupaten probolinggo tergolong masyarakat yang primitif, karena berada di daerah yang terpencil tepatnya sekitaran 4 Km di bawah kawah gunung argopuro kabupaten probolinggo. Transportasi yang di gunakan pun kebanyakan adalah ojek, karena memang sulit sekali kendaraan seperti mobil dan mikrolet yang beroprasi di daerah ini. Pekerjaan sehari-hari masyarakatnya kebanyakan sebagai peternak dan pengelola sapi perah. Letak geografisnya yang tergolong pedesaan dan cuacanya yang dingin membuat daerah ini cocok sekali untuk beternak dalam pengelolaan sapi perah (sapi susu). Meskipun kendaraan transportasi seperti mobil jarang beroperasi di daerah ini, Namun mobil-mobil besar seperti mobil pertamina sering sekali dapat kita temui, karena mobil-mobil ini beroperasi bukanlah untuk mengangkut bensin seperti di SPBU, akan tetapi mobil-mobil ini beroperasi sebagai pengangkut susu yang di produksi di K.U.D Argopuro yang terletak di Desa Bremi Kec. Krucil Kab. Probolinggo.
            Jalan berkelok menuju lokasi K.U.D Argopuro Krucil Probolinggo, yang dipenuhi pepohonan, semak belukar yang sangat alami di lereng gunung, sejenak membuat kita mendecak kagum atas segala karunia Yang Maha Kuasa terhadap alam yang penuh pesona. Memang kelihatannya berada di lokasi pegunungan jauh dari perkotaan, namun siapa sangka disana ada sebuah kegiatan usaha yang dalam perjalanannya mampu eksis dalam menjalankan roda ekonomi, khususnya bagi masyarakat desa disekitarnya. Sebuah Koperasi Unit Desa Argopuro yang bergerak disektor sapi perah (sapi susu) ini tinggal, Suksesnya beternak sapi perah ( sapi susu) tidaklah lepas dari keberadaan K.U.D itu sendiri yang membuat masyarakat krucil khususnya bisa mencukupi kebutuhan hidup mereka sehari-hari yaitu dengan cara menjual hasil perasan susu dari sapi-sapi perah mereka ke K.U.D. bisa di katakan berdirinya sebuah K.U.D di desa krucil mampu menjalankan roda ekonomi khususnya di bidang pengelolaan sapi perah ( sapi susu ) yang tentunya sama-sama menguntungkan bagi masyarakat krucil dan K.U.D itu sendiri.
            Dalam mengelola sapi perah pun tidak bisa dibilang mudah, para peternak harus merawat sapi-sapi mereka agar tetap sehat sehingga susu yang di hasilkannya juga berkualitas, cara para peternak sapi susu dalam merawat sapi-sapinya biasanya di mulai dari hal-hal yang kecil dulu seperti setiap hari memandikan sapi-sapinya serta kandang-kandangnya agar ketika memeras susu tidak ada bakteri yang tercampur dalam susu tersebut, karena memang di dalam kandang terdapat banyak bakteri, seperti kotoran sapi, kencing sapi dll. Sehingga ada upaya dari para peternak sapi susu untuk merawat sapi-sapi mereka agar kualitas susu yang mereka kelola tetap terjaga kebersihannya dan juga kualitasnya.
            Koperasi unit desa ( K.U.D ) sudah berdiri sejak tahun 1980, namun, baru mengantongi badan hukum yang di sahkan pada tanggal 06 September 1996. Usaha sapi ini terus meningkat hingga mencapai 24%, bahkan pada tahun  2008-2009 usaha sapi perah ini mengalami peningkatan produksi susu hingga 31% dan terdapat 984 peternak serta 2.867 ekor sapi perah, yang setiap harinya menghasilkan 17.500 liter susu yang di kirim ke PT. Nestle kejayan Pasuruan. Setiap tahunya produksi susu terus meningkat seiring dengan populasi perternak dan sapi yang pada tahun 2011  mencapai 2700 peternak dan 5.045 ekor sapi. Namun terdapat 3.011 ekor sapi yang masuk produktif dalam menghasilkan susu segar.
            Tentunya ada faktor lain yang mendukung diantaranya adalah tempat dan cuaca di daerah krucil ini mendukung dan juga sangat strategis, selain geografisnya didaerah pegunungan, desa krucil ini juga memiliki cuaca atau hawa dingin yang tentunya sangat cocok untuk beternak sapi perah (sapi susu). Karena Hawa dingin memberikan kenyaman bagi sapi-sapi perah tersebut, sehingga sapi perah mereka bisa bertahan hidup dan mampu memproduksi susu-susunya. Beda dengan di daerah yang memiliki kelembaban tinggi seperti daerah yang berhawa panas, sapi perah (sapi susu) tersebut tidak akan mampu memproduksi susunya jika berada di daerah yang cuaca atau hawanya panas. Maka dari itu sangat cocok sekali apabila daerah krucil yang memiliki cuaca atau hawa yang dingin di jadikan sebagai tempat beternak sapi susu itu. Proses beternak sapi susu mulai dari perawatan sapi-sapi susu itu sendiri, misalnya di mandikan dalam sehari minimal dua kali. Setelah itu sekitaran jam 06.00 pagi para peternak sapi susu melakukan proses pemerasan sapi susu mereka yang pertama, biasanya proses di lakukan selama 1 jam setengah.
            Proses pemerasan sapi perah di lakukan 2 kali dalam sehari, seperti telah di jelaskan tadi bahwa proses pemerasan di lakukan pada jam 06.00 dan jam 15.00 wib. Setelah proses pemerasan di lakukan, Susu-susu yang di peroleh dari hasil perasan sapi di tuangkan ke dalam sebuah wadah penampungan susu yang kira-kira berisi sekitar 15 liter. Ada upaya yang di lakukan oleh para peternak dalam menjaga dan meningkatkan kualitas susunya seperti memberikan semacam jamu yaitu SPA dan Ketela atau Pohong, tujuannya adalah ketika proses pemerasan sapi, hasil susu yang di peroleh dari proses pemerasan lebih banyak jika di bandingkan tidak memberikan SPA dan Ketela atau Pohong tersebut. Makanan pokok sapi perah berupa rerumputan dan dedaunan melimpah di kawasan lereng Gunung Argopuro, Kabupaten Probolinggo. Selain ditanam di lahan petani, KUD Argopuro pun bekerjasama dengan Perhutani untuk menanam kaliandra, tanaman yang daunnya untuk pakan sapi. “Kalau rumput dan daun-daunan, peternak sapi perah tidak sampai kekurangan karena stoknya memang melimpah, namun untuk pohong atau ketala sendiri mereka harus membeli kepada masyarakat yang memang memliki usah jual-beli ketela atau pohong. Di samping itu selain menjalankan usaha susu dari ternak sapi perahnya masyarakat krucil juga menjalankan usaha menjual ketela dan Pohong yang di jual ke para peternak sapi perah ( sapi susu ).
            Kemudian setelah susu tersebut di proses sendiri oleh para peternak, susu-susu tersebut di bawa ke Koperasi Unit Desa ( K.U.D ) untuk di jual dengan harga jual perliter yang di tetapkan di K.U.D adalah Rp.4500 per liter untuk umum. Sejak berdiri pada tahun 1980, dengan mengantongi badan hukum No.4612/BH/II/1980, yang disahkan pada tanggal 06 September 1996, KUD Argopuro telah banyak mengenyam asam garam dunia usaha, yang akrab dengan kerakyatan. Yang paling dominan dalam hal ini adalah usaha di bidang produksi susu, yang mampu menghasilkan susu 19 ton per hari. Memang pemasaran masih tertuju dalam satu titik, hanya ke IPS ( industri pengolahan susu ) PT. Nestle Kejayan Pasuruan, yang menyerap sebagian besar produksi susu, sebesar 95%, sedangkan sisanya (5%) ke penduduk sekitar desa Krucil.
            Namun, jika dirunut kebelakang, tidak mudah bagi sebuah koperasi desa yang mampu mengajak masyarakat sekitar untuk menjalankan usaha dibidang peternakan, khususnya sapi perah atau sapi susu. Sampai saat ini peternak yang menjadi anggota KUD Argopuro meliputi 4 desa, yakni desa Bremi, Krucil, Tambelang, dan Kalianan, dengan total peternak sekitar 1.131 orang, mengingat berbagai kendala menghadang, diantraranya masalah pakan ternak. Sistem yang diterapkan cukup sederhana. Namun, cukup efektif dan efisien, yakni dengan sistem pemberian kredit (subsidi) bagi peternak susu dalam memenuhi kebutuhan pakan bagi ternaknya. Pada akhir bulan kredit akan dikompensasi dengan hasil susu yang disetor ke KUD Argopuro. Untuk meringankan para anggotanya, KUD Argopuro mendirikan unit produksi pakan ternak sendiri. Sekarang unit pakan ternak sudah mampu produksi sebesar 3,5 ton sekali proses, dengan jumlah jam produksi rata-rata adalah 8 jam per hari, atau dalam sehari mampu 4 kali proses.
            Tidak ketinggalan KUD Argopuro dalam mengantisipasi perkembangan produksi susunya, telah melengkapi peralatan pendukungnya, telah mendapatkan bantuan dana bergulir dari Pemprop Jatim, yang berasal dari dana APBD dengan bunga yang relatif sangat membantu, yakni 6% per tahun. KUD yang diketuai Supriyadi ini juga pernah mendapatkan bantuan peralatan produksi susu. Alat tersebut terbukti mampu meningkatkan kualitas produksi susu. Khususnya dalam hal kandungan bakteri yang menjadi tolok ukurnya. Disamping faktor-faktor seperti kebersihan kandang sapi, teknis pemerahan susu, maupun pembersihan bak penampungan susu, sangatlah besar pengaruhnya terhadap kandungan lemak susu itu sendiri. Susu KUD Argopuro sendiri dengan binaan dari berbagai pihak, diantaranya dari pihak PT Nestle Indonesia (Kejayan) sendiri, mampu menghasilkan susu dengan grade I, dengan kandungan bakteri sekitar 1 juta per gram, yang mempunyai ketahanan sampai 7 jam per hari.Disamping usaha susu yang masih menjadi primadona, tentunya masih ada usaha seperti simpan pinjam, kredit candak kulak (KCK), yang berjalan sampai saat ini dengan bunga relatif ringan, sebesar 2% per bulan, yang dapat diangsur secara mingguan, tanpa jaminan, atau dengan kata lain, jaminannya hanya kepercayaan.
            Ketua KUD Argopuro, Supriadi, mengatakan bahwa bisnis susu segar cukup menguntungkan koperasi tersebut sekaligus anggotanya, sementara peluang meningkatkan volume pasokan susu segar ke Nestle terbuka lebar. Hal itu disebabkan Nestle baru saja meningkatkan kapasitas pabrik di Kejayan, Kab. Pasuruan. “Kebutuhan Nestle atas bahan baku susu segar mencapai 1 juta liter/hari dan pasokan ke perusahaan itu baru 625.000 liter/hari per 31 Maret tahun ini. Maka KUD memiliki peluang untuk menambah volume pasokan.
            Selain melakukan usaha simpan pinjam bagi anggotanya, KUD Argopuro juga melakukan  penjualan sembako dan menjalankan pabrik mini pakan ternak. Dengan pasokan susu segar yang disetorkan KUD Argopuro lebih dari 20 ribu liter per hari serta kurangnya pasokan susu yang diperlukan oleh Industri Pengolah Susu (IPS), dinilai Ketua KUD Argopuro, Supriadi, bahwa bisnis susu segar cukup menjanjikan. Sebagai upaya meningkatkan pendapatan anggotanya adalah dengan menciptakan pakan sapi perah yang terjangkau sehingga KUD Argopuro juga mengoperasikan pakan ternak dengan kapasitas mencapai 650 ton per bulan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Tidak sedikit koperasi unit desa (KUD) di Jawa Timur yang eksis bahkan mampu menghimpun pendapatan cukup besar sekaligus memberikan layanan kepada anggota yang umumnya para petani. Sebagai contoh KUD Argopuro yang berlokasi di Krucil, Kab. Probolinggo, yang bergerak di bidang budidaya sapi perah merupakan usaha inti.
            KUD ini tersebut selama 18 tahun telah berperan menyerap susu segar dari para petani peternak dan menyetorkannya ke PT Nestle Indonesia. yang dijalankan KUD Argopuro, selain beberapa jenis usaha lain sebagai penunjang seperti simpan pinjam, penjualan sembako dan pabrik mini pakan ternak. Sebagai pemasok susu segar ke PT. Nestle, KUD Argopuro pernah meraih juara II sapi perah yang diadakan industri pngolah susu (IPS) berskala internasional itu.
Volume pasokan susu segar yang direalisasikan KUD Argopuro pada 2009 sebanyak 22.100 liter per hari, dan tahun ini diupayakan dapat meningkat lagi melalui tambahan pemberian pakan konsentrat dan hijauan kepada sapi perah milik petani peternak. Memang selain rumput dan dedaunan, sapi perah juga mengonsumsi makanan tambahan berupa konsentrat. Setiap bulan, KUD Argopuro mendatangkan sekitar 500 ton konsentrat untuk makanan tambahan bagi sapi-sapi perah agar produksi susunya meningkat. Konsentrat untuk sapi perah terdiri atas sembilan unsur di antaranya didominasi bungkil gandum. Selain itu juga terdiri atas kopra, gaplek, bekatul (dedak halus), bungkil kedelai, hingga mineral. Karena tidak tersedia di Probolinggo, unsur-unsur konsentrat itu harus dibeli dari berbagai tempat. Bungkil gandum misalnya, didatangkan dari pabrik tepung terigu di Surabaya.                                                                              Supriadi menambahkan susu segar produksi KUD Argopuro memperoleh harga Rp3.149/liter di tingkat peternak, dan margin koperasi tersebut Rp421/liter. Sedangkan susu segar yang dipasok ke Nestle setiap hari sebanyak 22.100 liter yang diangkut 5 truk menuju Kejayan yang berjarak 110 km dari Krucil. Susu segar sebanyak itu diperah dari 2.117 ekor sapi perah yang mengalami laktasi dari total sapi 3.719 ekor milik 1.879 anggota. Untuk menampung susu segar dari anggota dibangun sejumlah pos penampungan dan 6 cooling unit.
Berdasarkan data di Dinas Koperasi dan UKM Kab. Probolinggo, di kabupaten tersebut ada 34 KUD. Tetapi yang bergerakdi bidang usaha sapi perah hanya KUD Argopuro. KUD tersebut berdiri pada 1992 dengan volume pasokan perdana ke Nestle sebanyak 400 liter per hari.Supriadi menyebutkan KUD Argopuro pada 2009 membukukan total pendapatan Rp37,8 miliar dan sisa hasil usaha (SHU) Rp225 juta. “Ditargetkan pendapatan tahun ini bisa naik 24%,dengan meningkatkan volume pasokan susu segar 22.500 liter/hari” paparnya. Akhir bulan Maret Tahun 2012 tercatat sebanyak 8.721 ekor sapi perah yang dibudidayakan di Kab.Probolinggo dan sebanyak 6.854 ekor berada di Kecamatan Krucil. Di lokasi itulah koperasi yang bergerak di bidang sapi perah telah lama berdiri. Dengan nama KUD Argopuro, selama 18 tahun koperasi ini telah menyerap susu segar dari para peternak dan menyetorkannya ke PT. Nestle Indonesia di kejayan pasuruan. 
            KUD Argopuro yang awalnya pada tahun 1976 hanya melayani kebutuhan petani secara umum. Mulai pupuk, obat-obatan, hingga kredit usaha tani (KUT).
Barulah pada 1981, KUD tersebut bergerak menaungi peternak sapi perah. Awalnya, KUD hanya mengelola susu yang dihasilkan 610 ekor sapi.  Karena masih belum punya pasar khusus, sebanyak 300 liter susu setiap hari dijajakan di pasar lokal. Dengan produksi susu sekecil itu, KUD Argopuro tidak bisa langsung memasok susunya ke PT Nestle. Akhirnya disiasati, KUD Argopuro menjadi anak angkat KUD Grati, Kab. Pasuruan yang memang sudah memasok susunya ke PT Nestle.Barulah pada Maret 1992, setelah produksi susu KUD Argopuro mencapai 1.200 liter per hari, PT Nestle bersedia menerima langsung setoran susu dari KUD tersebut.  Itu pun setelah dilakukan survei terhadap potensi peternak di Kec. Krucil.
Barulah pada 1981, KUD tersebut bergerak menaungi peternak sapi perah. Awalnya, KUD hanya mengelola susu yang dihasilkan 610 ekor sapi.  Karena masih belum punya pasar khusus, sebanyak 300 liter susu setiap hari dijajakan di pasar lokal. Dengan produksi susu sekecil itu, KUD Argopuro tidak bisa langsung memasok susunya ke PT Nestle. Akhirnya disiasati, KUD Argopuro menjadi anak angkat KUD Grati, Kab. Pasuruan yang memang sudah memasok susunya ke PT Nestle.Barulah pada Maret 1992, setelah produksi susu KUD Argopuro mencapai 1.200 liter per hari, PT Nestle bersedia menerima langsung setoran susu dari KUD tersebut.  Itu pun setelah dilakukan survei terhadap potensi peternak di Kec. Krucil.
Barulah pada 1981, KUD tersebut bergerak menaungi peternak sapi perah. Awalnya, KUD hanya mengelola susu yang dihasilkan 610 ekor sapi.  Karena masih belum punya pasar khusus, sebanyak 300 liter susu setiap hari dijajakan di pasar lokal. Dengan produksi susu sekecil itu, KUD Argopuro tidak bisa langsung memasok susunya ke PT Nestle. Akhirnya disiasati, KUD Argopuro menjadi anak angkat KUD Grati, Kab. Pasuruan yang memang sudah memasok susunya ke PT Nestle.Barulah pada Maret 1992, setelah produksi susu KUD Argopuro mencapai 1.200 liter per hari, PT Nestle bersedia menerima langsung setoran susu dari KUD tersebut.  Itu pun setelah dilakukan survei terhadap potensi peternak di Kec. Krucil.
              Dalam menjaga kesehatan sapi perah dan kualitas susu yang di produksinya, ada upaya dari KUD itu sendiri yaitu ada semcam badan yang menyelenggarakan sebuah penelitian dalam menjaga kesehatan sapi perah di antaranya bidang Kesehatan Hewan mempunyai tugas pokok merencanakan, membiana, melaksanakan dan mengkoordinasikan kegiatan bidang kesehatan hewan.Fungsi :
1.        Pelaksanaan pembinaan dan pengawasan penerapan kebijakan dan pedoman kesehatan hewan
2.        PelaKsanaan pembinaan dan pengawasan pengamatan, penyelidikan dan pemetaan penyakit hewan
3.        Pelaksanaan pembinaan penerapan dan pengawasan norma dan standart teknis pelayanan kesehatan hewan
4.        Pelaksanaan fasilitas, pembinaan dan pengawasan pengelolaan laboratorium kesehatan hewan
5.        Pelaksanaan fasilitas teknologi alat dan mesin kesehatan hewan
6.        Pelaksanaan penerapan kebijakan obat hewan
7.        Pelaksanaan penerapan dan pengawasan standart mutu obat hewan
8.        Pelaksanaan penanggulangan, pengawasan, pencegahan dan pemberantasan wabah dan penyakuit hewan menular
9.        Pelaksanaan koordinasi dengan intitusi terkait dalam penolakan, penanggulangan, pencegahan, pemberantasan dan pengobatan penyakit hewan
10.    Pelaksanaan fasilitas, pembinaan dan pengawasan lalu lintas hewan pada pos pemeriksaan kesehatan hewan
11.    Pelaksanaan fasilitas dan pembinaan tindakan karantina terhadap lalu lintas berupa Pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, perlakuan, penahaan, penolakan, pemusnahan dan pembebasan
12.    Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh kepala dinas
              Bidang Kesehatan Hewan terdiri atas :
1.    Seksi Pengamatan Penyakit Hewan dan Pelayanan Medik Veteriner
2.    Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan
3.    Seksi Pengawasan Obat Hewan
                        Bidang Agribisnis terdiri atas:
1.    seksi pelayanan keahlian, informasi dan perijinan
2.    seksi kelembagaan, sdm dan penyuluhan
3.    seksi bina usaha dan pembiayaan
              Bidang Budidaya Pengembangan Ternak dan Hewan lainnya mempunyai tugas pokok merencanakan, membina, melaksanakan dan mengkoordinasikan kegiatan bidang budidaya pengembangan ternak dan hewan lainnya. yang berfungsi sebagai berikut :
1.    Pelaksanaan pembinaan dan pengawasan dalam penerapan kebijakan peningkatan produksi ternak, terutama dalam penetapan standar mutu bibit ternak
2.    Pelaksanaan pengawasan peredaran lalu lintas bibit ternak dan hewan lainnya  Pelaksanaan pengawasan pengembangan penetapan kawasan peternakan dan kesehatan hewan
3.    Pelaksanan penerapan dan pengawasan plaksanaan kebijakan pedoman, penyebaran dan bimbingan Pengembangan peternakan dan kesehatan hewan
4.    Pelaksanaan pembinaan, pengawasan dan pengembangan tekhnologi peningkatan serta mutu pakan ternak dan hewan lainnya
5.    Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh kepala dinas
              Bidang Budidaya dan Pengembangan Ternak terdiri atas:
1.    seksi kawasan dan pembibitan
2.    seksi pakan dan tehnologi


3.    seksi penyebaran dan pengembangan ternak dan hewan lainnya.

loading...

0 komentar

Post a Comment