9.01.2016

Pemikiran Filsafat Sejarah Spekulatif Dalam Hinduisme Dan Budhisme


A.  Hindhuisme

Filsafat ini berasal dari india yang merupakan jalan hidup dan bertujuan untuk memaparkan bagaimana orang dapat mencapai kebahagiaan yang kekal, berbeda dengan filsafat orang barat yang lebih obyektif, rasional teknis. Maka sikap orang india ini lebih subyektif, yang lebih mementingkan perasaan, penuh rasa kesatuan dengan alam dunia yang mengelilinginya dan dengan hati terbuka bagi realitas yang mengatasi segala-galanya dan harus di hormati dengan korban-korban serta upacara-upacara. filsafat atau pikiran orang india boleh di katakan bersifat magis religius, dan satu hal yang terpenting adalah pendapat-pendapat religius itu telah lama di tulis, di mana buku- buku tersebut merupakan dasar dari pada renungan yang berupa tafsiran-tafsiran dan keterangan. Jadi sebenarnya tafsiran tersebut merupakan uraian keagamaan, tetapi dalam uraian tersebut juga terdapat unsur - unsur filsafat. Hinduisme ataupun Budhisme sama-sama memusatkan perhatiannya pada kebahagiaan sejati manusia, kebebasan yang final dari segala bentuk penderitaan. Kondisi kebebasan itu dalam hinduisme di sebut moksha. Hinduisme berangkat dari pandangan akan dualisme antara roh dan materi, di mana di yakini bahwa roh itu lebih tinggi derajatnya dari pada materi. Menurut hinduisme, manusia adalah roh yang terperangkap dalam penjara tubuh. Hal ini selaras dengan poin ungkapan dalam gamblong teks  Bhagavad gita yang artinya kebahagiaan sejati (Moksha) hanya akan tercapai ketika roh kita tidak lagi terperangkap oleh kekangan tubuh kita. Yang membuat unik dari hinduisme adalah kebahagiaan yang sejati itu (Moksha) dapat di capai tanpa seseorang tanpa sadar mengetahui atau memahami dualism tersebut. Inilah yang menjelaskan mengapa hinduisme mengakui adanya tiga jalan untuk mencapai moksha, di mana jalan pengetahuan (Jnana) hanyalah salah satu jalan, bukan satu-satunya jalan. Dua jalan yang lain adalah melalui pengabdian (Bhakti) dan disiplin tindakan (karma). Jadi bisa di simpulkan bahwa sejarah spekulatif dari filsafat hinduisme adalah manusia dilahirkan dan yang menjadi motor penggeraknya adalah Dewa untuk mencapai Moksha.

B.  Budhisme

Budhisme merupakan filsafat tentang agama budha yang tidak mengakui adanya yang di per-Tuhankan. Tujuannya adalah manusia hidup bukan untuk kembali ke asal tuhan, Melainkan masuk ke dalam nirvana, suatu yang tidak dapat di kuasai oleh nafsu duniawi. Budhisme adalah agama rasional yang yang menekankan meditasi dan pembentukan diri lewat self- renunciation. Ada 2 macam budhisme yaitu Mahayana dan Hinayana. Mahayanan berarti kedaraan besar yang bisa di tumpangi semua orang, aliran ini memiliki observasi yang sempit dengan penekanan pada aspek monastik dan asetik serta persepsi etis tingkah laku manusia. Aliran ini sangat setia terhadap ajaran-ajaran tertulis pendirinya. sedangkan hinayana adalah kendaraan kecil yang merupakan jalan bagi orang-orang yang di kasihi. aliran ini menekankan kepada kehidupan mistik dan lebih liberal, devosi khusu di berikan kepada kehidupan pribadi Gautama Budda dan bukan kepada tulisan-tulisannya.  Kedua aliran ini memiliki sumber yang sama meskipun dengan tekanan yang berbeda (Konrad Kebung, 2011, 91 ) Budhisme juga sama memusatkan perhatiannya pada kebahagiaan sejati manusia, kebebasan yang final dari segala bentuk penderitaan. Kondisi kebebasan itu dalam Budhisme di sebut Nirwana. Kebenaran selalu di kejar untuk melayani tujuan pembebasan tersebut. Oleh karena itu, Budhisme menolak dualisme seperti yang ada pada hinduisme, karena dalam Budhisme roh dan tubuh itu hanyalah kontruksi pikiran kita, di mana kita sesungguhnya tidak punya dasar untuk percaya bahwa hal-hal itu memang sunggu ada. Pelopor Budhisme adalah di bawa oleh Sidharta Gautama.

loading...

0 komentar

Post a Comment