10.15.2017

Cara mengatasi laptop/komputer lemot

Penyebab Windows 7 Lambat dan Solusinya  - Anda pasti sering merasa kesal jika laptop atau komputer anda menjadi lemot. Tentunya ini membuat pekerjaan anda menjadi terhambat dan hasilnya menjadi tidak baik. Untuk itu saya akan menjelaskan beberapa penyebab komputer menjadi lambat dan solusinya.

windows7
Penyebab Komputer Lambat
Penyebab utama yang membuat komputer/laptop menjadi lambat adalah Software atau aplikasi yang terinstall didalamnya. Hal ini dapat mempengaruhi sistem operasi dalam berbagai cara. Dibawah ini adalah beberapa penyebab utama komputer menjadi lambat :

1. Fragmentasi Hard Disk Drive (HDD)
Fragmentasi terjadi ketika file ditulis ke potongan-potongan kecil di ruang kosong di seluruh harddisk. Sistem file NTFS telah membantu mengatasi masalah ini dengan mengutamakan menyimpan data secara bersebelahan selama ruang yang cukup masih tersedia. Akan tetapi walau bagaimanapun fragmentasi hardisk akan bertambah banyak seiring dengan aktifitas kita menambah, mengedit dan menghapus file-file pada hardisk tersebut.

2. Aplikasi yang berjalan dan kapasitas RAM
Penyebab lain selain fragmentasi harddisk yang membuat komputer lambat adalah banyaknya aplikasi yang berjalan dan kecilnya kapasitas memory atau RAM yang terpasang. RAM (Random Access Memory) adalah bentuk penyimpanan data sementara untuk sistem operasi dan program yang berjalan. Masalahnya adalah ketika jumlah RAM terbatas dan ketika lebih banyak ruang diperlukan maka Virtual Memory Manager (VMM) akan memindahkan sebagian data ke swap file pada hardisk. Proses swapping dari memori ke harddisk ini tentu saja dapat memperlambat sistem karena harddisk lebih lambat dibandingkan dengan media penyimpanan memory atau RAM tersebut.

3. Space Hardisk Minim
Masalah ini yang sering saya rasakan, yang berhubungan langsung dengan VMM. Windows membutuhkan ruang untuk menyimpan data sementara pada harddisk. Ketika ruang yang tersisa pada HDD sangat minim, maka perangkat lunak dan seluruh sistem operasi menjadi tidak responsif dan komputer menjadi hang.

4. Registry Windows
Hampir setiap komponen dari OS menyimpan pengaturan dan konfigurasi informasi dalam Registry Windows, termasuk driver hardware, profil pengguna, dan aplikasi. Masalah dengan database adalah bahwa entri menjadi usang. Software yang dihapus dapat meninggalkan kunci registri yang tidak lagi memiliki fungsi apapun. Di sisi lain, proses instalasi program yang salah atau komputer yang crash dapat menyebabkan konflik atau rusaknya file registry penting. Masalah dengan registri ini sedikit banyak akan menyebabkan komputer menjadi lambat karena kesulitan dalam menemukan informasi yang sedang dicari.

6. Problem Hardware
Beberapa masalah hardware bisa terjadi pada PC yang menyebabkan komputer menjadi lambat. Bisa jadi masalah pada harddisk, RAM dan sebagainya. Hal semacam ini sulit ditebak dan sering kali kita sulit untuk memecahkan masalah.

7. Overheating
Dalam sebuah PC, terdapat kipas (fan) yang berfungsi untuk mengalirkan udara untuk menjaga komponen hardware seperti CPU (Central Processing Unit), power supply, VGA, processor dari overheating (kepanasan). Kinerja komputer dapat menurun secara drastis jika prosesor terlalu panas, biasanya karena fan Processor yang mati atau kotor.

4. Malware
Malware adalah bagian dari perangkat lunak yang biasa dikenal sebagai virus, adware, atau worm yang menginfeksi komputer dan memakan sumber daya sistem sehingga mengganggu dan dapat menurunkan kinerja sistem secara keseluruhan.

Solusi Komputer Lambat
Semua itu adalah beberapa penyebab komputer menjadi lambat. Lalu bagaimana solusinya ? dan bagaimana cara untuk mempertahankan performa komputer tetap dalam kondisi terbaik ?, berikut ini beberapa tipsnya :

1. Membagi Partisi untuk System dan Data
File sistem dan data pribadi harus disimpan pada partisi terpisah dan lebih baik lagi disimpan pada hardisk yang berbeda. Ini akan menguntungkan Anda karena dua alasan yang sangat praktis. Pertama-tama, drive sistem Anda tidak akan cepat mengalami fragmentasi. Kedua, data pribadi Anda akan aman dalam kasus sistem operasi gagal booting atau perlu diinstal ulang.

Membagi hardisk menjadi 2 partisi atau lebih ini sebaiknya dilakukan pertama kali saat kita menginstal windows. Tetapi kita juga bisa membagi atau mengatur ulang besarnya partisi ini saat windows telah terinstal. Yang harus diperhatikan adalah selalu lakukan backup data terlebih dahulu sebelum melakukan pengaturan partisi hardisk.

Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah mem-partisi hardisk. Ingatlah untuk memberikan ruang yang cukup pada partisi sistem, karena hal ini membantu sistem operasi untuk bekerja dengan lancar.

Untuk Windows 7 setidaknya alokasikan space hardisk untuk partisi sistem sebesar 20 GB atau lebih apabila kita berencana untuk menginstal banyak software. Pastikan partisi ini memiliki minimal 5 GB free space setiap saat. Jika kurang maka kita harus meng-uninstal program, menghapus file atau mengatur ulang besarnya partisi dengan tool bawaan Windows yaitu Disk Management Tool atau bisa menggunakan software untuk membagi partisi seperti Partition Magic.

Setelah Anda memiliki dua partisi hard disk dan ruang yang cukup pada drive sistem, langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa data pribadi seperti folder My Documents dan user profiles yang terdapat pada partisi system (drive C:) ikut dipindah ke partisi yang lain.

2. Lakukan Defrag Hard Disk secara berkala
Defragmentasi dilakukan untuk setiap partisi atau hard drive secara terpisah. Untuk melakukan defrag hard disk Anda bisa menggunakan tool bawaan Windows, caranya yaitu klik "Start" -> All Programs -> Accessories -> System Tools -> Disk Defragmenter atau bisa juga dengan mengetik "defragment" ke dalam kolom pencarian di Windows 7.

Secara default/standar pada Windows 7, proses defragmentasi telah dijadwalkan untuk semua disk. Namun, hanya dapat berjalan ketika komputer sebenarnya dihidupkan, dan selama waktu yang telaj dijadwalkan.

. Lakukan Disk Cleanup
Cara kerja Disk Cleanup akan mencari file-file temporary, file yang terdapat di Recycle Bin, file kesalahan sistem dan banyak lagi, lalu dibersihkan.

Untuk menjalankan Disk Clenup klik "Start" lalu ketikkan kata "Disk Cleanup" pada kolom "Search programs and files". Pilih drive yang ingin dibersihkan dan klik "OK". Windows akan menghitung berapa banyak space harddisk yang bisa dibersihkan. Pilih file yang ingin Anda hapus, klik "OK".

3. Bersihkan Windows Startup
Saat Anda menginstal program maka biasanya program tersebut akan bertambah di menu startup Windows. Meskipun saat aplikasi ini berjalan kita tidak menyadarinya, namun mungkin saja aplikasi tersebut memakan banyak RAM. Oleh karena itu startup dan menu boot Windows merupakan penting dalam menjaga kinerja komputer. Tempat utama yang harus Anda membersihkan adalah  di folder Startup. Caranya klik "Start -> All Programs -> folder Startup". Hapus semua aplikasi untuk program yang tidak kita inginkan.

Karena tidak semua program yang melakukan booting dengan Windows tertera dalam folder di atas, maka Anda harus menggunakan utility msconfig untuk melakukan pengaturan lanjutan.
Caranya klik "Start", lalu ketik  "msconfig" pada kolom kolom pencarian. Setelah jendela System Configuration terbuka, klik "tab -> tab Startup". Hapus tanda centang pada program yang tidak diinginkan untuk di-load secara otomatis pada saat windows booting. Setelah itu klik Ok dan restart komputer Anda.

4. Meningkatkan Virtual Memory dan Upgrade RAM
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Virtual Memory digunakan apabila pemakainan RAM sudah overload. Memori yang digunakan untuk membuka program yang tidak sering digunakan akan dilimpahkan ke hard disk. Jika Anda tidak dapat mengupgrade RAM Anda, maka peningkatan performa sistem bisa didapat dengan cara meningkatkan jumlah Virtual Memori ini, yang kita lakukan untuk meningkatkan virtual memori ini adalah dengan meningkatkan ukuran Paging File, yang mendefinisikan jumlah Virtual Memory yang dapat digunakan apabila penggunaan RAM fisik sudah habis. Akan tetapi, seperti telah dijelaskan sebelumnya, bahwa hardisk lebih lambat bila dibandingkan media yang lain seperti USB Flashdisk. Oleh karena itu daripada membuat virtual pada hardisk, maka lebih baik menggunakan flashdisk. Untuk pemakaian jangka panjang tetap saja membeli RAM lebih baik daripada menggunakan cara ini

Untuk PC dan laptop mengupgrade RAM adalah cara yang mudah untuk meningkatkan kinerja sistem. Tapi pastikan sebelum anda membeli RAM baru, ketahuilah apa yang Anda butuhkan. Ada berbagai jenis modul RAM, tidak semua akan sesuai dengan komputer Anda. Selain itu, slot memori di komputer Anda terbatas, begitupun dengan jumlah maksimum RAM yang didukung oleh sistem operasi. Oleh karena itu, sebelum membeli sesuatu sebaiknya kita mencari tahu apa yang dibutuhkan. Anda bisa gunakan software crucial system scanner untuk mengetahui jenis RAM yang diinstal pada komputer Anda.

6. Lindungi Sistem Anda dari Malware
Malware (malicious software) adalah program, code, scripts, active content yang dibuat untuk menggangu atau merusak kode program atau OS yang kita pakai. Contoh dari malware diantaranya dikenal dengan istilah Virus, Worm, Browser Hijacker, Keylogger,  Trojan Horse, Spyware, Adware, Backdoor. Pada Windows telah dilengkapi dengan beberapa tools standard yang akan melindungi komputer dari serangan malware. Untuk informasi lebih lanjut anda bisa mencarinya di google

7. Uninstall Program dengan Tepat
Dengan melakukan Uninstall beberapa program yagn kurang penting dapat mengurangi space sistem hard disk anda dan otomatis akan membuat PC/laptop Anda lebih ringan. Untuk melakukan uninstall program, Anda bisa gunakan tool bawaan windows. Namun, ada kalanya dengan tool tersebut tidak bisa untuk menghapus software secara menyeluruh, untuk itu kita bisa menggunakan aplikasi tambahan seperti misalnya dengan menggunakan software Revo uninstaller.

8. Menggunakan Software Pihak Ketiga 
Selain menggunakan cara manual dengan tools bawaan windowsseperti yang saya jelaskan di atas, Anda juga bisa menggunakan software pihak ketiga yang di desain untuk pemeliharaan dan pengoptimalan sistem komputer diantaranya adalah :

CCleaner
- File sementara bersih, sejarah, cookie dari browser yang berbeda.
- Kosong Recycle Bin Windows.
- Windows file yang jelas sementara.
- Menghapus file-file sementara dari banyak aplikasi pihak ketiga.
- Program uninstaller.
- Mengelola System Restore Points.

Glary Utilities
- Menghapus data sampah dari hard drive dan memulihkan manajer ruang disk -uninstall.
- Mengelola startup Windows.
- Mengoptimalkan memori bebas.
- Defragmentasi registry.
- File shredder.
- Undeleter berkas.
- File duplikat dan kosong folder finder.

9. Perawatan Hardware 
Seperti yang telah disebutkan di atas, overheating dapat menimbulkan dampak negatif pada kinerja komputer Anda. Dengan demikian Anda harus secara teratur membersihkan hardware Anda dari debu dan pastikan semua kipas (fan) bekerja secara menyeluruh.

Kipas yang paling penting adalah yang berfungsi untuk mendinginkan Processor. Kipas lainnya adalah seperti yang terdapat pada kartu grafis/VGA dan casing komputer. Semua kipas tersebut sangat penting untuk kelancaran sirkulasi udara sehingga komponen hardware tidak mengalami overheating. Untuk membersihkan kipas ini bisa dilakukan dengan menggunakan vacuum cleaner dan koas pembersih. Selanjutnya komponen yang harus dibersihkan adalah Power Supply, dalam power supply ini terdapat kipas internal yang biasanya mejadi tempat berkumpulnya debu.

Demikian Cara mengatasi laptop/komputer lemot, Terima kasih.

loading...

0 komentar

Post a Comment