11.12.2017

Engkau hebat kawan

Bagiku hidup itu hanya sandiwara single fakta yang hanya di putar satu kali seumur hidup, yang di sutradarai oleh tuhan dan di aktori oleh hamba sebagai ciptaannya. sengaja di rancang bersanding dengan tangis serta tawa. memang itulah rumus kehidupan sebagai mahluk sosial selalu ada resiko dalam perbuatan. cerita busuk bagi mereka yang berada di posisi nyaman, cerita bangkai bagi meraka yang berada di posisi terjepit semua narasi mengarah kepada diri mereka, sekan-akan mereka menganggap mereka yang paling mebutuhkan bantuan, dan lebih mngedepankan siapa yang paling harus di tolong. semuanya bullshit. jika ada orang yang bertanya kepadaku enakkah hidupmu?, maka akan ku jawab hidupku nyaman dengan rokok dan kopi di sampingku. ku jalani hidup dengan bertemakan kenyamanan dan kebutuhan. mungkin kalian akan menjawab berbeda, tapi tujuan semua orang tetap sama hanya cara menemukannya saja yang berbeda.
terkadang kita selalu berfikir apa yang di alami orang lain itu tak sesulit dengan apa yang kita alami, tak sesakit dengan apa yang kita rasakan. hingga kita menilai nasib yang tuhan berikan tak adil hingga tak jarang mereka menafikan dengan apa yang telah ia firmankan. tak jarang kita ingin menjadi dia atau mereka yang terlihat selalu tertawa sedang kita hanya melihat dari luarnya saja dan terlalu cepat untuk mengambil kesimpulan. tapi jika kita mau meneliti kembali, ternyata banyak sekali orang ingin menjadi diri kita sendiri. karna kalian enggan merasakan manisnya gula ketika rasa pedas itu terasa nyaman di lidah. delapan puluh delapan persen semua orang mengatakan “hudupmu terlalu indah untuk di ratapi, terlalu sadis jika kau tangisi di banding hidupku yang bergelimangan jerit tangis yang kuselimuti dengan senyuman setiap hari”. artinya kita hanya mencari tanpa menikmani kehidupan itu. tanpa sadar kita terbawa oleh arus yang menghantam gejolak raga dan jiwa kita . hingga kita melupakan kenikmatan-kenikmanatan yang terkikis dengan problem sosial yang kita alami, padahal jika kita ingin mengkalkulasikan antara kenikmatan dan ujian yang tuhan beri, itu tak sebanding bahkan tak pantas kita memperhitungkan hal itu.
kalian belum sadar, kalian sedang tertidur, kalian terlalu meratapi nasib dari pada harus berfikir merubah nasib. maka sadarlah, bangunlah berfikirlah bagaimana cara merubah nasib jangan kalian berfikir kosong tapi jalanilah meski terasa pahit hingga mengalahkan manisnya gula. nikmati nuansa itu, aroma cerita kehidupanmu estetika karya tuhan yang tak seorangpun sutradara mampu merangkainya dengan seribu misteri cerita yang tak di sangka-sangka. cobalah berbernah diri mulai hari ini bahwa dunia membutuhkanmu bukan dia atau bahkan mereka tapi kamu, kamu yang memiliki segala estetika ciptaan tuhan.
dan terahir saya mohon maaf jika bahasa yang saya gunakan terlalu idialis yang mungkin saya pribadi tidak dapat mengimplementasikan tulisan saya sendiri. saya hanya mencoba untuk menuangkan apa yang ada dalam benak saya kedalam tulisan ini agar dapat di baca dan menkritiki tulisan saya, sehingga saya dapat belajar lebih baik lagi. karna kritik serta saran para pembaca sangat saya harapkan untuk diri saya pribadi.

loading...

0 komentar

Post a Comment